3 Hari jelang Jakarta – Salatiga


Catatan perjalanan panjang akan coba gue catat sejak hari ini. “Kartu ijin Turing” sudah dipegang dan tinggal menentukan tanggal keberangkatan dari beberapa jadwal yang tengah gue survey.

Kesempatan pertama berangkat adalah dari penyelenggara besar model HONDA via AHM nya. Lepas start tgl 26 September pagi hari, sementara ini harus dicoret karena akan memakan waktu lebih lama lagi untuk stay di Semarang, biasalah, lama tinggal makin besar pula pengeluaran. Rencana perjalanan bareng AHM tadi adalah pagi hingga sore, cocok untuk mata agar tetap bisa melihat kondisi perjalanan dan situasi sesama pemudik motor (mudikers).

Kesempatan kedua adalah bareng rekan bikers 8 motor menuju Solo, sayang perjalanannya adalah malam hingga siang hari berikutnya di tanggal 26 September besok. Rada riskan harus melalui perjalanan gelap dan akan bertemu sinar matahari pagi harinya. Rentan letih dan harus menyesuaikan jam biologis dimana secara ideal perjalanan malam harusnya di hindari.

Kesempatan ketiga hadir dari event kantor sendiri yaitu bareng Indosat. Tgl keberangkatan 28 September pagi hingga sore. Menarik dari sisi jadwal, kedekatan suasana Indosat hingga tanggal keberangkatan yang mendekati hari H Lebaran. Sejauh ini masih dalam persiapan mencari cara untuk registrasi karena lumayan biaya perjalanan bakal dapet 100 ribu.

Kalo ga dapet ? Ya berkendara sendiri pagi hari atau at least membuntuti konvoy Indosat tadi. Sejauh ini yang terpantau di tiap jalur mudik Polantas sudah siap membantu dan dari sisi persiapan perjalanan juga mudah-mudahan kelar hari ini mulai dari persiapan peta mudik dan pos istirahat, piranti keselamatan berkendara jarak jauh dan persiapan mental fisik baik pengendara maupun motor. Tinggal coba membayangkan penempatan barang karena yang gue punya di atas badan motor hanya sebuah box Givi E35 sebagai media bantu angkat barang. Di luar box masih kudu disiapkan ransel mini pembawa material ringan yang bisa diambil setiap saat model jas hujan hingga sajadah, peta, hingga air minum. Air minum ? Yah apa boleh buat, survey berkata pengendara harus mengorbankan ibadah puasa karena jarak tempuh dan kondisi perjalanan tidak akan bisa membuat ibadah menjadi lancar. Bahaya dehidrasi, ini yang paling di khawatirkan.

Doa restu keluarga sudah turun, beberapa teman pun sudah kasih lampu hijau. Semoga persiapan lancar hingga hari H, aman sampai tujuan dan aman hingga kembali di rumah. Terkesan ‘ribet’ ? Yup, karena gue adalah seorang amatir dalam berkendara ala mudik ini. Dari sekian turing ke Sukabumi, Anyer dan lain-lain sepertinya ini perjalanan yang memiliki tantangan besar, semoga tidak ada kendala berat selama perjalanan.

Posted in Uncategorized.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s