Jakarta Pagi Ini


Pagi ini Jakarta (12/9) ramai lancar, sedikit berbeda seperti hari sebelumnya mungkin karena perjalanan di lakukan lebih pagi dari biasanya. Roda sebisa mungkin dipertahankan pada jalurnya dan tak perlu memotong jalur kendaraan lain yang berpotensi menjadi kecelakaan jika dilakukan gegabah. Bagaimana dengan kondisi jalan, mungkin lebih tepatnya aspal, ya kualitas aspal, sudah bukan rahasia kala Jakarta hanya menempatkan kualitas yahud justru di tempat paling belakang. Efisiensi dana, alur ‘budget’ Pemda yang tidak jelas, ketidak pedulian petinggi hingga dugaan korupsi yang membuat keinginan untuk berkendara nyaman masih ada di awang-awang.

Ketidak pedulian seseorang atau institusi yang idealnya bertanggung jawab berbuah sebuah rentetan kecelakaan beruntun tiga motor pagi ini persis menjelang Komdak Semanggi dari arah Kuningan. Kendaraan Honda City Sport One pagi ini di forsir rada tinggi dari kebiasaan dan menyentuh hampir 80 km/jam, sebuah range kecepatan yang sebenarnya tidak banyak dilakukan, lajur yang dipakai adalah lajur kanan. Lho, kenapa di kanan ? Motor harusnya dikiri. Tidak pagi ini. Rute telah dipelajari dan jarak pandang dalam kondisi aman, apalagi fakta jalanan menyebutkan jalur Gatsu jelang Komdak dari Kuningan adalah jalur dengan ruang yang cukup lebar plus keberadaan bus-bus besar yang kerap santai bergerak di lajur kiri sembari mengepulkan asap yang konon bisa bikin ‘sehat’, sementara lajur tengah adalah lajur rawan lubang, meski kecil tapi tetap saja mampu membuat kaget pengendara motor jika terpaksa melewatinya. BRAKKKK ….. ketika gas di putar hingga 70-80 km/jam di lajur kanan, di sisi kiri terlihat tiga pengendara motor beriringan secara garis lurus. Satu motor berhasil menghindari lubang, tapi yang kedua gagal, kaget dan terpelanting dengan kecepatan sedang. Sontak motor ketiga di belakang ikut kaget dan menghajar motor kedua, beruntun motor kedua terdorong ke depan dan mencium motor pertama. Tiga-tiga nya jatuh tepat di depan bus yang tengah menurunkan penumpang. Kenapa tidak menepi untuk menolong ? Kecepatan tinggi rada riskan untuk mendadak mengurangi kecepatan dan berubah lajur ke kiri, hanya spion yang mampu sedikit membantu menganalisa dan berdoa semoga tidak terjadi adu debat panjang saling menyalahkan dan semoga ketiga pengendara motor dalam keadaan baik tanpa luka.

Siapa yang salah ? sepertinya tidak ada yang murni berbuat kesalahan karena pengendara kedua kaget yang efeknya tersundul dan menyundul motor ketiga dan pertama. PEMDA ? ya mungkin dia sosok yang harusnya melayani pengguna jalan. Lubang kecil maupun besar efektif membuat motor terpelanting jika dihajar, belum lagi jika dari sudut pandang mobil yang kerap juga ingin menghindar. Jika ada yang salah perhitungan pasti berefek buruk seperti sebuah kecelakaan beruntun. Ah rasanya akan basi jika melebar ke Pemda sampai harus membahas tetek bengek perhitungan alur dana yang harusnya bisa mempercantik aspal jalan raya. Kita pengendara seperti dituntut untuk mahfum dengan kondisi dan membiasakan diri dengan potensi bahaya dan bagaimana menghindari nya.

Kemarin sempat menemukan link video youtube menarik dari blog rekan Ninja 250R dan di ‘save’ ulang di http://ridesafe.multiply.com/video/item/172/Ride_Safely_Love_your_Family_ , video yang menggambarkan seorang pengendara motor yang berindak ceroboh dalam berkendara sementara di lain tempat seperti sudah di perkirakan sebelumnya, pihak-pihak bala bantuan seperti mobil ambulans, pemadam kebakaran hingga penonton yang siap dengan hp camera nya untuk melihat kecelakaan itu berlangsung. Tidak ada hubungan langsung dengan tulisan di atas memang tapi keduanya adalah mengenai kecelakaan, dua hal yang membuat pengendara motor idealnya mau berpikir maju ke depan saat berkendara dan menempatkan keselamatan di atas segalanya.

Berani berkendara dengan AMAN ?

Advertisements

About this entry