Pertamina Kutu Kupret !


PERTAMINA, gue sebenernya sebagai pelanggan terhitung loyal, ya iyalah karena si Amin ini pemain utama jasa bahan bakar kendaraan. Selain Pertamina muncul Shell dengan warna nge-jreng kuningnya yang notabene dari service jauh ninggalin si Amin yang masih merah lecek bin kusam, belum lagi kemunculan si hijau Petronas. Yang sedikit pengen gue soroti adalah penghitungan tarif nya yang secara fakta teramat menyebalkan dan jauh dari sikap profesional. Hahahahaa … profesional ? main di GP 250 aja jadi sweeper mulu gimana mau maju Pertamina … lho kok merembet .. maaf.

Pertamina Pertamax : 10.300
Pertamina Pertamax Plus : 10.600
Shell Super Extra : 9.999 –> sebanding Pertamax Plus

Tau kan mana yang lebih baik dari sisi tarif ?

Edannya, karena kesombongan si Amin yang punya banyak POM tiap hari gue harus merelakan recehan lari ke laci Pertamina, maaf tinggal maaf tanpa senyum yang datang dari staf POM, kalaupun ada cuma senyum kecut entah ngeledek seraya bilang dalam hati mewakili si Amin “mampus luh gue kerjain pake tarif gue !!”. Beberapa hari ini dengan santainya nempelin stiker maaf ini maaf itu dan memperlihatkan dengan bangga tarif 10.300 nya. Silakan pelanggan beli literan karena meteran tidak bisa mengukur presisi sesuai kemauan pelanggan. Yang pertama POM di bilangan Pondok Kopi (terusan Casablanca), belum lagi POM di Daan Mogot. Terpaksa setiap beli cuma minta 1 liter sesuai 10.300 eh ternyata 10.300 naik jadi 10.500. Ngasi lembaran 20.000 tau sendiri yang kembali ke tangan berapa ? Klise jawaban yang muncul dari congor belepotan si Amin .. ga ada recehan. Sebagai konsumen ada sikap mau ga mau untuk meninggalkan hak recehan demi laba si Amin. Hebat ya trik penjahat ala si Amin ini. Wuih salut deh … beruntung sikap dungu tadi ga diikuti oleh Shelly sama Petruk. Pulang pergi ngisi se liter, otomatis 400 yang hilang, kalikan sendiri dengan korban si Amin. Hahahahha …. min Amin …….. gue ngisi di tempat lu juga terpaksa meski sebenarnya najis tralala. Kalo Amin mau berubah gue ntar juga membuka diri untuk memuji setinggi langit. Tapi sekarang ? ah paling lu cuma ngetawain konsumen. Naik sih silakan, gue terpaksa ngikutin, tapi kalo penghitungannya kayak gini kok ya rasa-rasanya aneh aja. Gue bayar berapa, dikasi kembalian berapa ? Ngaca donk sama pesaing. Oopppsss lupa, ga punya kaca men !!!

Salam Perampok !

*Nama adalah kebetulan belaka dan tidak disengaja*

Posted in Uncategorized.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s