Mana Cintamu ?


Pernahkah kita merasa gemas saat melihat seorang pengendara tengah memadu kasih saat berkendara? Tidak usah kita lihat bagaimana tangan-tangan usil pengendara menyentuh bagian paha pembonceng atau apapun bentuk kemesraan yang ditunjukkan. Lihatlah sejenak perangkat pelindung kepala atau helm yang terpasang di kepala mereka dengan skenario berikut ini :

1. Helm pengendara menggunakan helm Half/Full Face sementara si pembonceng dibiarkan telanjang kepala.
2. Helm pengendara menggunakan helm Half/Full Face sementara si pembonceng cukup dilengkapi model setengah kepala yang biasa dikenal dengan sebutan helm CETOK.
3. Helm pengendara sama baiknya dengan helm pembonceng dimana sama-sama mengenakan helm model Half Face maupun Full Face.
4. Helm pengendara menggunakan helm ala kadarnya model cetok sementara si pembonceng menganut model yang lebih baik seperti helm Half/Full Face.
5. Helm sama-sama tidak terpasang baik di kepala pengendara maupun pembonceng.

Kira-kira skenario apa yang bisa kita pakai dalam berkendara sehari-hari saat kita mengajak seorang pembonceng. Sikap cinta tidak melulu ditunjukkan saat kita tidak berkendara melainkan bisa dengan situasi yang diwakili oleh skenario nomor 3 di atas.

Di tengah buruknya kesadaran pemasangan pelindung kepala oleh pengendara ada baiknya kita pelan-pelan melakukan perubahan dengan berusaha melindungi partner kita dengan perlengkapan yang sama dengan perlengkapan standar yang kita idealnya pakai. Keselamatan adalah milik bersama. Bisa saja kita menaruh kebutuhan ini sebagai hal yang tidak terlampau penting tapi disitulah wujud cinta kita diabaikan. Partner dalam berkendara tidak semata-mata hanya keluarga, istri maupun kekasih tapi juga rekan kerja dan rekan-rekan lain yang memiliki hak yang sama untuk bisa terlindungi. Perangkat helm memang tidak mutlak menjadi alat pelindung utama untuk menghindari kita dari luka berat tapi setidaknya keberadaan pelindung kepala bisa mengurangi segala tingkat luka yang kita khawatirkan lebih buruk saat kita tidak mengenakannya. Tunjukkan cinta anda dengan mengenakan helm yang berkualitas baik dan pasangkan si pembonceng dengan pelindung dengan kualitas yang sama. ‘Ride with Care’ lah seperti slogan yang ditunjukkan oleh salah satu media otomotif roda dua yang beredar di Jakarta.

Posted in Uncategorized.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s