Antara Takdir dan Defensive Riding


(GUE MENULIS) Apakah masih dalam tahap relevan mengaitkan TAKDIR dengan Antisipasi berwujud Defensive Riding ?. Bicara DR pasti bicara antisipasi, namun sanggahan tetap saja ada seperti contoh : “jatuh ya jatuh aja mas, mo pake baju lengkap apa kagak … itu kan TAKDIR!”. Sanggahan sejenis banyak muncul dalam diskusi saat SRC maupun obrolah-obrolan singkat pinggir jalan.

Ketika seseorang terlibat kecelakaan dan dia selamat : “Untung gue pake ini … untung gue pake itu”
Ketika seseorang terlibat kecelakaan dan dia tidak selamat, maka yang lain berkata : “Itu sudah takdir nya”

Sebagai seorang muslim memang Berdoa sebelum melakukan perjalanan adalah wajib, dan kewajiban “melengkapi” diri dengan Atribut memadai juga harus turut serta dibarengi Attitude berkendara yang baik. Gue pikir melakukan by pass langsung ke Takdir seolah menyalahkan keberadaan takdir itu sendiri, 2 jenis takdir yang gue kenal adalah Takdir yang bisa dirubah dan Takdir yang tak bisa dirubah. Sebelum bergerak ke Takdir pasti disana ada tahapan antisipasi.

Bagaimana menurut rekan2 bikers?

kompilasi aneka ragam jawaban dan masukan adalah sebagai berikut :
==========================================================
(eko.baxxx@gmail.com) Menurut saya pribadi,,betul yang dikatakan bro andry mengenai takdir ini,,,karena semua memang Allah yang menentukan,,,walaupun kita di takdirkan akan selalu selamat terus tapi jika Allah sudah berkehendak unttuk merubah orang itu untuk jatuh saat itu juga pasti akan berubah takdir seseorang. Manusia hanya bisa berusaha tapi tetap saja Allah yang menentukan,,,jadi keep defensive riding yaa,,,walau kita tidak pernah tau Takdir kita kedepannya seperti apa.

Thanks
==========================================================
(aris.rubiyxxx@gmail.com) Alloh gak akan merubah takdir seseorang / kaum, apabila dia tidak berusaha.
maka berusahalah kamu agar menjadi lebih baik,
setelah berusaha, baru kita serahkan kepada sang pencipta..

Bukan begitu juragan areng ?
==========================================================
(caplxxx@gmail.com) segala sesuatu emang ga bisa lepas dari takdir
tapi bukankah Tuhan juga mengijinkan mahluknya untuk bermain di wilayah tersebut dan berusaha semisal untuk mencegah kemudian meminimalisir segala yang terjadi?

misal terjadi tabrakan adu kebo yg cukup parah
andai ga pake helm pulpes, sepatu, protector bisa jadi langsung tewas di tempat
tapi ternyata Tuhan memutuskan lain karena kita udah pake hal-hal tersebut
cuman dikasih lecet plus motor rusak

mungkin ga?
==========================================================
(bennythexxx@gmail.com) Gw lebih memilih pendekatan logis.

kejadian terjadi karena sebab-akibat ; aksi-reaksi, mengikuti kaidah ketiga Hukum Newton.
dan dalam setiap waktu berkendara, terdapat probabilitas (resiko) kecelakaan.

Defensive riding merupakan usaha yang dapat dilakukan pengendara untuk meminimalisasi resiko tersebut

Kalau mau bawa2 takdir dan hal2 religius lainnya, menurut gw gak layak dibahas di milis ini.

BR,

Benny
==========================================================
(hxxx@uph.edu) Takdir? Nasib?
Apa kita memang harus sangat2 percaya terhadap takdir dan nasib? lalu pasrah?

bagaimana dengan peribahasa; MANUSIA BERUSAHA, TUHAN YANG MENENTUKAN…

ya kalau gak ada usahanya mana bisa??????????
liat deh si aris, andai saja dia tidak berusaha (dagang voucher), mana bisa dia pakai PDA? apa kalau tidak berusaha, trus nggak punya hp dibilang takdir? nasib?

Di pihak lain TUHAN pula yang punya kuasa untuk menentukan hasil akhir dari usaha kita….
==========================================================
(betxxx@gmail.com) Menurut Gw…. tiap detik adalah takdir kita
past, present, future… Past is history, Present is gift, Future is mistery
jadi.. takdir memang suatu misteri, hal yang tidak bisa kita duga..
semua yg kita sudah, sedang dan akan terjadi adalah takdir…
==========================================================
(bennythexxx@gmail.com) Hmmm…oke, ternyata untuk edukasi publik ya.
kalo begitu, jika ada yang “membawa” hal2 seperti ini, sebaiknya diarahkan ke pendekatan rasional saja
kalau masih ngotot bawa2 hal2 religius, dikasih tau saja bahwa ada QADA dan QADAR (buat yang muslim)

intinya setiap orang diberikan kesempatan untuk memperbaiki nasibnya instead of menurut kepada takdir…
kalau kata temen gw bilang “safety riding = ikhtiar dalam berkendara”

piss ah

BR,

Benny
==========================================================
(capxxx@gmail.com) rasanya masih harus percaya adanya Kekuasaan yang lebih tinggi dari manusia
kenapa? supaya kita ga mudah patah semangat saat sesuatu yang manusia lakukan dengan maksimal ternyata menemui kebuntuan; berakhir dengan kegagalan atau kematian

percaya bukan untuk pasrah
tapi untuk bisa iklas nrimo setelah segalanya dilakukan
bukan lantas Tuhan jadi jahat karena ga mau kasih apa yang kita mau
mungkin ada jalan lain yang mesti ditempuh manusia tersebut

amiiin
==========================================================
(matraelxxx@gmail.com) Defensive = bertahan (bener gak siy?)
defensive riding, kan gak cuman kelengkapan keamanan kendaraan juga personelnya (safety gear) tapi juga sikap kita dlm berkendara.
Jika menerapkan Defensive riding tentunya (insha allah) kejadian – kejadian spt itu akan sangat kecil kemungkinanya bisa terjadi.

Muai dari posisi riding ampe segala macam tekniknya kan bisa diterapkan. klo cuman ngandelin pakaian/atribut safety trus ugal2an, nyalip seenak udele dhwe dst.. dst… ya iyalah pasti ciloko.
==========================================================
(GUE) Ok.
Gue persempit lagi ya.
Posisikan kita dalam pemberi materi SR dmana setiap jengkal SR kita bicarakan dengan baik dan ternyata pada akhirnya muncul sanggahan bahwa jika terjadi sesuatu di jalan, kebanyakan orang mengalihkan itu ke sebuah takdir.

Sejenak tadi baca-baca : http://nh4w1r.blogspot.com/2005/06/apa-itu-takdir.html dan sedikit menemukan pencerahan dalam kalimat berikut :
Karena itu haram hukumnya seseorang berpangku tangan tidak berusaha dengan alasan sudah taqdir. Padahal Allah sendiri sebagai Penulis Taqdir telah memerintahkan kita untuk berusaha dan bekerja serta berikhtiar. Karena itu menyalahkan taqdir adalah dosa karena melawan perintah Allah.

Gue melihatnya adalah salah atau keliru jika terus-terusan mengalihkan jawaban seolah-olah takdir itu lah yang jadi poin utama. Dimana perilaku antisipasi kita, dimana usaha kita ? Benar kata postingan awal jika kita memposisikan diri sebagai pelaku kampanye SR, jangan pernah masuk ke konten yang berhubungan dengan religi.

Benar ga ya ?

Rgds.

http://www.jalanraya.net
==========================================================
(bennythexxx@gmail.com) Kalau begini terus, bawa2 religi, ente2 semua gak ada bedanya sama orang2 yg kemarin “bergroup riding” tuh (lihat attachment)
bagaimana memberi pemahaman SR pada mereka?
mohon maaf, kayanya gw gak cukup sabar untuk itu…
memang seharusnya pendekatan religi digunakan sebagai “pengantar” menuju pemikiran logis,
dan bukan sebaliknya.

BR,

Benny
==========================================================
(bebex.penjxxx@gmail.com) Gue melihatnya adalah salah atau keliru jika terus-terusan mengalihkan
jawaban seolah-olah takdir itu lah yang jadi poin utama. Dimana
perilaku antisipasi kita, dimana usaha kita ? Benar kata postingan
awal jika kita memposisikan diri sebagai pelaku kampanye SR, jangan
pernah masuk ke konten yang berhubungan dengan religi.

SETUJU BANGET…..mungkin ini inti dari pertanyaannya………..
==========================================================
(texxx@bakrietelecom.com) Apapun itu, semua manusia akan mati.. Mo di tempat tidur, mo dijalanan, mo dirumah sakit, mo dikomplek pelacuran, mo ditaman lawang, mo di toilet, mo dimasjid, mo di gereja, mo diwihara, mo di pura, mo di atas roket, mo di atas F1.. semuanya pasti mati.

Gw biker, jika takdir gw mati di jalanan, yah jadi lah..
==========================================================
(Fanxxx@who.or.id) kalo dikaitkan dengan takdir berarti septi gear cuma buat mengurangi efek serius bila mengalami accident dan bukan untuk save life?
selanjutnya mana yg lebih safe?
menggunakan septi gear minimum tapi riding dgn defensive
atau menggunakan full septi gear tapi dengan riding style aggresive
ini dalam konteks riding di jalan raya ya
bukan di sirkuit
di jalan raya banyak faktor yg bisa bikin celaka bahkan dengan skill yg mumpuni sekalipun
sedang disirkuit lebih minim faktor bikin celakanya

duh puyeng gue kalo serius ginih
==========================================================
(kangxxx@gmail.com) Kalo bicara masalah takdir, saya kira pasti akan berhubungan dengan Keyakinan dan Allah (Tuhan).

Dalam Islam yang saya pahami (mohon maaf untuk yang non Islam), bahwa manusia hanya berhak dan wajib untuk berusaha (ikhtiar) sebaik baiknya, untuk menghindari hal hal yang tidak/kurang baik. dan ikhtiar ini adalah suatu ibadah (ingat, bahwa dalam islam sesuai yg lakukan dengan niat karena allah adalah ibadah). Mengenai hasil hanya Allah yang tahu.

Bila hasilnya sesuai yang inginkan ya tentunya kita wajib untuk bersyukur. Kalau lah misalnya seseorang sudah berdoa seeblum naik motor, perlengkapan safety komplit, sopan di jalanan, tertib lalu lintas, ternyata meninggal karena tabrakan, itulah takdir, yang menjadi ketentuanNya. Kata pak ustad seh itu bisa digolongkan qusnul qotimah (baik di akhirnya).
==========================================================
(rchmt_faxxx@yahoo.com) Dear All

GW pernah mendengar A’a Gim bercerita ketika beliau dijemput oleh salah satu clientnya untuk menghadiri ceramah di suatu kota, ketika A’aGim masuk kedalam mobil beliau duduk didepan disebelah Supir tersebut, Aa mengajak si supir untuk berdoa sebelum berangkat, setelah itu Aa memasang sabuk pengaman, tiba – tiba saja si supir nyengir….seraya bertanya kepada Aa….” bukankah Kematian itu sudah ditentukan oleh Takdir Allah SWT?, Jadi walau pake sabuk pengaman tetapi Allah memutuskan untuk meninggal maka tiada yang bisa menghalanginya.” Lalu Aa menjawab ” Tidak Ada yang salah dari ungkapan Anda, Pak ” Masih penasaran Supir bertanya lagi ” Lalu Kenapa Aa masih memakai Sabuk pengaman itu? mengapa tidak pasrah atas keputusan Allah?” Aa Gym dengan senyum khasnya menjawab ” Saya diberikan kenikmatan sehat jiwa dan Raga Oleh Allah SWT, Tubuh Ini, Nyawa ini adalah amanat Dari Allah Swt, Jika Saya harus meninggal dalam kecelakaan minimal saya sudah berusaha mempertanggungjawabkan Amanat dari Allah SWT sehingga saya tidak malu menghadapNya.” Sisupir lalu segera mengenakan Sabuk pengaman……..

Pelajaran yang saya ambil adalah segala sesuatu pasi akan kita pertanggung jawabkan dihadapanNYa. manusia diberi akal untuk berusaha menjaga dan menghindar dari musibah.

Thanks
==========================================================
(brama.dhaneswxxx@gmail.com) Gw pernah baca suatu cerita yang dialami oleh Rasulullah Muhammad SAW.
Ketika Rasulullah berkendara kuda dan kemudian istirahat di suatu tempat, beliau mengikatkan tali kekang ke sebuah pohon, kemudian ada percakapan antara sahabat dan rasul kurang lebih seperti ini. Sahabat bertanya, ” Ya Rasulullah, bukankah engkau percaya TAKDIR. Jika memang kuda itu ditakdirkan ALLAH untuk pergi maka dia akan pergi dan jika dia ditakdirkan ALLAH untuk tinggal maka dia akan tinggal.” Rasulullah hanya menjawab, “Aku percaya akan takdir ALLAH, aku mengikat tali kekang ini adalah IKHTIAR ku terhadap takdir Allah”.

Dilain kesempatan Rasullullah pernah berkata, Allah tidak akan mengubah TAKDIR seseorang kecuali orang itu berusaha untuk mengubah takdirnya sendiri.

cheers 🙂 🙂
dhanes
==========================================================
(GUE LAGI) OK.
Kita persempit ya spt pertanyaan awal : “Apakah masih relevan mengaitkan TAKDIR dengan perilaku Defensive Riding dalam skup berkendara sehari-hari dan hubungannya dengan menghindari sebuah insiden di jalan raya ?”

Kenapa geu angkat, karena masih saja gue dengar banyak orang lebih memilih beralasan karena takdir tanpa memikirkan ada perilaku antisipasi terhadap bahaya dalam kondisi kita berkendara. Adakah baiknya kita tidak menyertakan bahasan takdir dalam pemahaman SR atau ada opini lain ?

Rgds.

==========================================================

Advertisements

Published by:

andryberlianto

Daily life a modern motorcycle traveler and a (motorcycle) safety consultant. Fell in love with Kulonprogo sampe ngaku-ngaku asal Jogja ... #proud #TamanSungaiMudal #KulonprogoYuk #JogjaIstimewa #progomoto #RifatDriveLabs

Categories UncategorizedLeave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s