Bayern Muenchen dan Manchester United


Satu hari yang bikin capek, perasaan bikin rada remuk karena jatah tidur yang kepangkas. Emang ngapain aja ?

NONTON BAYERN MUENCHEN


Ada perbedaan signifikan antara saat kita melihat tayangan sepakbola di televisi dengan saat kita melihatnya langsung di dalam stadion, ya .. di dalam stadion gemuruh selalu terdengar gegap gempita mulai dari liukan mexican wave sampai teriakan membakar semangat dengan memanggil nama tim nasional. Rabu malam (22/5), timnas Indonesia menjamu tim eropa Bayern Muenchen. Skor akhir 5-1 sudah tidak perlu ditebak, meski tampil dengan banyak pemain cadangan, Bayern seolah sedang latihan melawan gerombolan pemain berbaju merah. Tidak ada nama-nama kelas wahid yang datang berbaju Bayern karena pemain-pemain tenarnya justru disimpan untuk kepentingan Euro 2008. Praktis nama besar yang hadir hanya segelintir seperti Oliver Kahn.

Datang dengan tiket gratisan di tangan senilai 100rb akhirnya kesampaian juga ngeliat Kahn dari jauh dan sempat melihat aksi gemilangnya menghambat laju Bambang Pamungkas. Berulang kali pemain Indonesia kalah body contact dan seperti terbaca permainannya. Jika di babak pertama geliat tim Indonesia justru tenggelam, di babak kedua timnas kita tampil lebih dominan meski peluang yang menjadi gol hanya tercipta satu.

Yah mau bagaimana lagi, gue pribadi hadir disana untuk mendukung FC Bayern untuk menguliti timnas kita. Tidak nasionalis ? Ah rasa-rasanya momen kemarin bukan tempat yang tepat untuk menunjukkan rasa nasionalisme karena tidak ada unsur persaingan yang hebat disana.

MANCHESTER UNITED JUARA EROPA


1-1. Gol Ronaldo dibalas gol dari Lampard. Nama besar yang gagal jadi eksekutor penalti pun bertambah, Ronaldo sang pahlawan di babak pertama justru jadi pesakitan dan untungnya nama besarnya diselamatkan karena MU resmi jadi kampiun Eropa. Daftar eksekutor gagal lain menjadi milik John Terry dan Nicolas Anelka, Terry terpeleset dan bola melenting ke mistar, sementara sepakan Anelka di blok Van der Sar.

Rasanya lebih puas melihat sebuah tim jadi kampiun setelah melalui pertarungan terbuka 2×45 menit, dan ketika masuk ke babak tambahan pun rasa kemenangan tidak senikmat kemenangan yang diraih dalam waktu normal. Secara umum pertandingan itu berakhir draw, tetapi sebuah tim yang jadi kampiun dan mengangkat piala tetaplah harus dicari dan jawara Liga Champion 2007-2008 menjadi milik SETAN MERAH MANCHESTER UNITED untuk yang ketiga kalinya.

Glory Glory Man United !!
(pics by http://www.manutd.com)

Posted in Uncategorized.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s