"Negara kita sakit jiwa!"


“Negara kita sakit jiwa!”, kelakar mbak Putri yang seperti biasa duet sama Rafik di Pagi-Pagi I-Radio. Waduh apa lagi ini ? Ya seperti biasa pagi-pagi naik motor sembari ngedengerin celoteh mereka yang kadang nyelekit tapi emang bener adanya. Muter ngalor-ngidul ngomongin makanan sampe muncul sms dari pendengar soal “Filosofi Makan”.

Mau tau apa itu “Filosofi Makan” ?
Kalo pagi, makanlah seperti hidangan seorang raja
Kalo siang, makanlah seperti hidangan seorang punggawa
Kalo malam, makanlah seperti hidangan seorang rakyat jelata

Debatable sih. Karena gue yang awam soal pengetahuan makan-memakan … *ga nemu istilahnyeeee* , justru lebih sering makan besar saat SIANG dan bukan PAGI, kalo pagi ya muter-muter nasi uduk, bubur ayam atau mi pangsit dan rekan2nya. Sms filosofi makan muncul setelah penyiar saling diskusi soal fenomena gizi buruk di negara kita. Cari punya cari, dengar punya dengar, mereka memberikan informasi bahwa fakta gizi buruk tidak melulu karena ketidak pedulian pemerintah, tapi juga kemalasan orang tua dalam memberi makan putra-putrinya atau kekurangan dana segar untuk membeli makanan. Mari kita coret sebentar bagi mereka yang memang -maaf- miskin dan tidak mampu, tapi lihat dari serangkaian wawancara yang muncul di televisi saat sms dari pendengar masuk dan menginformasikan kurang lebih begini : “anaknya gizi buruk, tapi ibu nya gemuk sehat nan bahagia” atau “anaknya kena gizi buruk tapi sang ibu punya dandanan rambut di rebonding plus di cat pula alias BUCERI -Bule nge-Cat Sendiri !

Lebih serem lagi pas denger para orang tua yang mengacuhkan permintaan makan anaknya sendiri dan lebih memilih anteng di depan televisi muter-muter channel soal infotainment, daripada masak mending suruh si anak cari tukang makanan lewat, ya bakso, ya somay dan sejenisnya. Ini kan bisa jadi awal dari gizi buruk yaitu ketidak pedulian orang tua dalam memberi cakupan makanan sehat buat para buah hati nya.

Nah sekarang ketimbang menyorot kecuekan pemerintah dalam memperhatikan warga nya sendiri mending lihat dulu ke dalam diri kita sendiri, dah bener belum nempatin arti kesehatan buat orang-orang di sekeliling kita demi menghindari munculnya kata “gizi buruk?”

Cukup sakit jiwa kah negara ini ?

Maaf bukan maksud melakukan Generalisasi, tapi ini hanya yang terdengar dari sebuah obrolan pagi.

Posted in Uncategorized.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s