Week 1 : Menyeberang


 photo DSCN0064_zpsf3d78f6d.jpg

Tidak ada yang lebih menyenangkan selain dapat meninggalkan Jakarta barang sejenak. Bukan soal rutinitas kerja tapi lebih kepada suasana kota dan lalu lintasnya. Bendera ‘start’ resmi dikibarkan pada Minggu 5 Mei 2013, saya dan tim Ekspedisi Sap7aranu (pak Riza, bro Rere dan bro Aghoy) langsung bergerak melintasi belantara ibukota di bilangan Kuningan, Slipi dan Daan Mogot untuk kemudian menyisir jalan Tangerang, Serang dan Cilegon menuju pelabuhan Merak di barat pulau Jawa.

Sambutan pelabuhan Bakauheni kemudian seperti menyiratkan pelukan besar kata ‘Selamat Datang’. Feri Jatra 3 ASDP lantas berlabuh dan membuka lambung kapal yang bermuatan ratusan kendaraan. Tampak dari kejauhan Menara Siger, bangunan ikonik pertama khas Lampung yang menjadi menu pembuka penjelajahan kami dengan sepeda motor dalam 50 hari ke depan. Siger, tak lain adalah sebuah mahkota pengantin wanita dari Lampung berbentuk segitiga keemasan dan memiliki tujuh hingga sembilan lekukan.

Halo Sumatra.

 photo DSCN0065_zpsd3548ad0.jpg

Sedikit tips bagi para feri-newbie :

  • Bekali diri anda dengan obat anti mabuk (laut). Dengan dosis yang oke anda bisa tidur sepanjang penyeberangan,
  • Angin cukup kencang berhembus di atas feri, ada baiknya bekali diri anda dengan jaket sesuai kenyamanan tubuh,
  • Jangan langsung masuk geladak yang tertutup, ada baiknya memberikan waktu adaptasi untuk tubuh dan sistem keseimbangannya sembari memastikan kendaraan ter parkir dengan aman,
  • Jika membawa roda dua ada baiknya dilengkapi sistem pengikat agar kendaraan tidak mudah terjatuh akibat guncangan, terlebih untuk penyeberangan dengan durasi panjang,
  • Safety first. Ketahui lokasi baju pelampung dan jalur evakuasi menuju sekoci,
  • dan yang paling penting adalah memastikan nakhoda feri tidak sedang mengambil izin cuti.

Monggo yang mau nambahin tips dan trik nya :)

 photo BJyP4HPCEAIv4sJ_zps4519671a.jpg

Minggu pertama kami lalui dengan menyusuri jalur Bakauheni – Bandar Lampung – Pringsewu – Biha – Tanggamus – Liwa – Danau Ranau dan kembali susur Liwa – Krui – Lemong – Bintuhan – Manna – Tais – Bengkulu dan menginap menggunakan tenda pertama kali di pantai Air Rami Muko-muko Bengkulu. Sebuah hunian ber nuansa ‘five million-stars hotel’.

 photo CampatPantaiAirRamiMuko-muko_zps974b9c87.jpg

Selain menginap di shelter-shelter yang disediakan banyak rumah makan di jalur Lintas Barat Sumatra, kami juga menginap di penginapan dan mendirikan tenda. Tenda sendiri menjadi pilihan praktis jika ingin menginap, tentunya dengan mempertimbangkan lokasi kemah, air dan sanitasi, ijin warga dan yang paling esensial adalah soal keamanan.

NB : ‘more stories and more pictures’ nanti di buku “Sumatra : Ridiculously Far”. Sebuah buku dengan tema perjalanan wisata yang berusaha menggoda anda untuk mencumbu cantiknya nusantara.

 photo BJoPwUmCUAEctXg_zpsd8cf11ba.jpg

sumber : http://www.yukmotoran.com/week-1-menyeberang/

About these ads

4 thoughts on “Week 1 : Menyeberang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s