7 comments on “Intimidasi bernama Kecelakaan

  1. mengenai speed limit regulation memang harus diterapkan dengan baik om…
    rambunya doang ada… pelaksanaannya gak ada…

  2. Jadi yang mau disalahin si Luxio ya, karena Luxio ‘terlalu lambat’ (padahal 80kpj udah kuenceng banget bagi mobil murmer), berada di lajur kanan (padahal yang nabrak lebih kekanan lagi, makanya penyok di BMW nya sebelah kiri), gak punya fitur safety (pintu belakang terbuka setelah ditabrak, gak punya rear crumple zone like mobil2 mewah, gak ada air bag, rem non ABS, bla bla bla), gak punya koneksi dengan pejabat penting (pertanyaan awal saksi ke penabrak adalah: kamu punya bekingan?), gak punya duit/ asuransi sehingga digeletakin di jalan sampai kehabisan darah (sementara di penabrak enak2an dirawat di ruang VIP), dst… Kasihan yah nasib wong cilik?

    • tumben yang disalahin yang ditabrak, wong cilik pula (luxio).
      biasanya yang nabrak, yang besar yang salah.

      nasib wong cilik

  3. Cukup prihatin dengan kondisi jalanan di negeri ini…. baik jalannya ataupun pemakai jalan tsb disini banyak yang tak layak jalan…. smoga kedepannya bisa disikapi dan diberikan solusi yang lebih baik mas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s