Day Eight #2Ride7Adv


Photobucket

Photobucket

Masuk hari ke delapan perjalanan (22/5) akhirnya kami harus meninggalkan pulau Bali. Belum ada kata puas tapi keadaan dan ketatnya jadwal memaksa saya dan rekan untuk berpindah, dan hari itu kami pun bergerak dari pulau Bali menuju ke pulau Jawa. Memasang target bisa tiba di Malang tapi justru perjalanan terhenti di Jember. Sebagai kota ketiga terbesar di Jawa Timur setelah Surabaya dan Malang, Jember menyisakan banyak cerita jika dipandang dari kacamata persaudaraan antar pemotor (bikers’ brotherhood). Ada apa di Jember?

Perjalanan lepas dari Ketapang kami lanjutkan menuju Banyuwangi, Klabat, Genteng hingga Glenmore dan masuk jalur utama menuju kota Jember. Glenmore sendiri cukup unik, pertama dari namanya dan tentu saja dari lekuk perjalanannya. Jalur ini kami ambil atas saran mas Arif Utomo (owner Respiro Ridingware) yang menjanjikan perjalanan yang mengasyikan jika kami mengambil jalur ini. Dan ternyata benar.

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Lepas Glenmore dan masuk di gerbang kabupaten Jember tampak matahari sudah merapat untuk segera tenggelam. Kami sempat berhenti untuk membantu seorang keluarga yang tampak kesulitan dengan sepeda motornya. Setelah komunikasi dengan bala bantuan kerabat keluarga tadi dan konfirmasi arah perjalanan kami pun bergerak dan memutuskan menghentikan perjalanan hari itu di kota Jember.

Alih-alih dapat penginapan, kami pun ‘disergap’ member HMPC chapter Jember yang kemudian melakukan kontak dengan seseorang yang ternyata seorang yang dituakan. Kami lalu mengenalnya dengan sebutan Pak De, begitulah namanya ingin dikenal. Sosok yang tampak masih sangat aktif untuk ukuran se usianya. Pak De inilah yang kemudian cukup dekat dengan saya di kesempatan datang ke Jember berikutnya – silakan baca wisata Jember soal Papuma dan Bandealit di blog ini -.

Photobucket

“Siapapun bikers yang lagi turing dan lewat Jember pasti akan kami ‘tangkap’ dan kami jamu. Pasti”, sahut Pak De dengan begitu bersemangat.

Perkenalan ini membawa kami duduk satu riungan menikmati hidangan di Pecinan Jember, minum wedang cor hingga melepas lelah di alun-alun kota Jember sambil minum kopi dari pedagang keliling yang punya alat dagangan yang unik. Di penghujung malam kami pun mendapatkan penginapan gratis dari teman dekat Pak De. Terasa kentalnya aroma ‘brotherhood’ di kota Jember. Kota yang selanjutnya saya kenal dimana kopdar bikers hanya boleh dilakukan pada Jumat malam dan seluruh komunitas roda dua di Jember berada dalam satu payung bersama. Tak lain pengayom nya adalah sosok Pak De sendiri. Salut.

Photobucket

Nah jika sedang melintas di Jember cobalah menginap satu-dua malam. Selain untuk mencari nikmat dan hangat nya alun-alun kota Jember di saat malam bersama komunitas roda dua, pejalan juga bisa plesiran mulai dari Rembangan sebagai Puncak Pass-nya Jember hingga bermain di eksotisme pantai Papuma, Watu Ulo bahkan Puger, belum lagi Jember juga memiliki hutan nasional Meru Betiri yang punya Teluk Bandealit yang tersembunyi.

Jika Bali dan Lombok kami pun bersentuhan mesra dengan wisata, maka masuk pulau Jawa kami bersinggungan erat dengan semangat bernama ‘bikers’ brotherhood’. Lagi lagi … salut.

Photobucket

About these ads

6 thoughts on “Day Eight #2Ride7Adv

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s